Home / Artikel / Self / Hindari 7 Kebiasaan Buruk Yang Bisa Merusak Karaktermu

Hindari 7 Kebiasaan Buruk Yang Bisa Merusak Karaktermu

by Melita Rahmalia Selasa, 20 Jun 2017 02:33 414 - Self

bg-reg

CeweQuat, dalam diri kita, selain ada benih-benih potensi yang baik, ada juga lho benih-benih potensi yang kurang baik. Nah, sebagai CeweQuat, kita harus cukup kuat untuk mengenali potensi-potensi kurang baik di dalam diri kita ini. Mulai dari kebiasaan – kebiasaan kecil, ini bisa berkembang dan merusak karakter kita jika terus dibiarkan. Kalau sudah mengenali, lebih mudah untuk menyadari bahwa kita perlu mengubah hal ini di dalam diri kita.

1. Bohong Pada Diri Sendiri

Nah ini nih salah satu kebiasaan yang paling bahaya. Maksudnya gimana ya, bohong pada diri sendiri? Yaitu, ketika kamu tahu bahwa perbuatan yang kamu lakukan itu adalah perbuatan yang buruk. Tapi, kamu memilih untuk memberikan alasan atau justifikasi kepada perbuatan buruk kamu. Hal tersebut termasuk bohong kepada diri kamu sendiri, dan hal ini bisa merusak karakter kamu kalau dibiasakan terus menerus. Lebih baik kamu jujur dan mengatakan bahwa kamu memang telah berlaku buruk dan berusaha memperbaikinya. Best way to avoid this bad habit? If you don’t think you want people to know what you are doing, if you are not ready for the headlines of public media to talk about what you are doing, then don’t do it. Or at least, pull yourself out of it as soon as possible. Learn to accept and admit all of your less-than-awesome sides.

2. Malas

Di zaman yang sudah serba mudah ini, tidak ada alasan untuk kamu bersikap malas. Sikap malas ini bisa kamu rasakan ketika kamu sering melakukan kompromi-kompromi dalam bekerja. Ketika masih bisa lebih banyak yang kamu berikan, namun kamu enggan melakukannya. Ketika masih banyak yang harus kamu kerjakan, namun kamu memilih untuk menundanya atau mengutamakan kenyamanan dirimu. Ketika masih banyak usaha yang bisa kamu lakukan, namun karena terasa sulit, kamu memilih untuk berhenti. Duh, jangan sampai hal ini terjadi pada kamu ya! Tentu, nggak ada orang yang kebal dari rasa malas. Tapi kalau kita sadar bahwa rasa malas ini adalah musuh kita apalagi jika kita ingin membangun karakter kita, maka akan lebih mudah untuk kita “membasmi” penyakit malas ini! Cara terbaik untuk menghindari kebiasaan buruk ini? Pilih hanya pekerjaan yang membuatmu semangat dan antusias untuk melakukannya. Jangan pilih pekerjaan yang membuat kamu merasa malas melakukannya. Again, you must be honest with yourself! Dan ketahui bahwa semua pekerjaan ada downside-nya, ada bagian ribet dan ruwet yang harus dilakukan. Jadi, tidak ada gunanya menghindari melakukannya, semalas apapun rasanya.

3. Mudah Menyerah

Selalu ada hal yang tak terduga ketika kita menjalani hidup, pekerjaan, hubungan, dan sebagainya. Mulai dari skala kecil sampai skala mengagetkan. Kita akan terus-terusan diuji. Nah, sampai manakah ketahanan kita? Kalau kita mudah menyerah, akan sulit untuk kita mengalami peningkatan dan kenaikan dalam kehidupan kita. Cara terbaik untuk mengatasinya, harus belajar berteman dan berdamai dengan tantangan. Biarkan tantangan datang dan pergi, karena Tuhan sudah kasih jaminan bahwa Dia tidak akan kasih kamu tantangan yang tidak bisa kamu hadapi.

4. Suka Mengeluh

Kalau kamu masih gagal berteman dan berdamai dengan tantangan, tanpa disadari kamu jadi suka mengeluh. Karena, masih “kaget” dengan kesulitan dan masalah. Akibatnya, pikiran kamu terfokus pada hal yang tidak kamu sukai, bukan hal positif yang sebenarnya, bisa kamu rasakan kalau kamu berusaha lebih keras untuk menghargai hal-hal positif yang ada. Suka mengeluh masih berkaitan erat dengan kebiasaan mudah menyerah. Akhirnya, kebiasaan buruk kamu yang suka mengeluh akan membuat kamu lebih cepat untuk menyerah. Bahaya banget, CeweQuat? Kalau kebiasaan ini terus dijaga, akibatnya nanti mungkin kamu akan banyak mengeluh di kantor kamu, di pekerjaan kamu, di hubungan kamu. Duh, jangan sampai ya? Kalau kamu tidak cepat puas dengan apa yang kamu dapatkan, itu berbeda dengan suka mengeluh.  Kalau kamu suka mengeluh, berarti di mata kamu keadaan yang sekarang terasa negatif. Kalau kamu tidak cepat puas, artinya kamu bersyukur dengan keadaan sekarang, namun tetap yakin bahwa kamu bisa bergerak lebih maju lagi. Bahaya lainnya dari kebiasaan suka mengeluh adalah menyalahkan orang lain. Kalau kamu mengeluh, otomatis kamu merasa sebagai korban, dan orang lain atau keadaanlah yang membuat kamu sedih. Waduh, jangan kebiasaan ya. Sadari yuk bahwa keputusan tentang perasaan, attitude, dan sikap adalah sepenuhnya keputusan diri kita sendiri dan nggak perlu dipengaruhi oleh orang lain. Kamu selalu punya pilihan untuk mengubah keadaan kamu. Yes, sometimes problems are not your fault. But if it affects you so much, then you still have to solve them, and that’s all that matters!

5. Bawa Perasaan

Salah satu kebiasaan yang bisa merusak karakter kamu adalah bawa perasaan. Bukan baper masalah percintaan yaa…Maksud bawa perasaan di sini adalah kamu bersikap seolah-olah kesulitan yang kamu hadapi adalah a personal attack for you. But trust me honey, everyone is struggling and there is nothing personal about difficulties. Salah satu efek samping dari bawa perasaan ini adalah you think too much from your own point of view, and that is not a really useful habit, especially since we are meant to be a social creature. Kalau dibiarkan, bisa berujung kepada keegoisan. Hindari kebiasaan buruk ini dengan menyadari bahwa everyone else is just trying their best. Setiap ada masalah, coba atasi dengan rasa empati. Instead of focussing on your point of view, try to always consider things from other people also.

6. Sulit Mendengar Nasihat Orang Lain

Mungkin kamu memang punya sifat keras kepala. Atau mungkin kamu punya kebiasaan cuma bisa belajar dari pengalaman sendiri. Sebenarnya, dua sifat tersebut pun tidak apa-apa. Namun, seberapa besar sih kapasitas kita untuk hanya belajar dari pengalaman diri sendiri? Seberapa panjang umur kita? Seberapa banyak kesempatan yang kita miliki? Tentunya, nggak bijak juga kalau untuk semua hal kita hanya mau belajar dari pengalaman sendiri. Idealnya, kita sudah tahu mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, sebelum kita mengambil keputusan dan menjalaninya. Jadi, nggak ada salahnya kok buka telinga untuk mendengarkan nasihat dan masukan dari orang lain. Apalagi kalau memang terbukti bahwa orang tersebut tahu benar apa yang dibicarakan.

7. Takut Sama Tanggungjawab

Sulit menerima posisi atau tanggungjawab karena takut kamu tidak bisa melaksanakannya dengan baik? Apakah ini sering terjadi sama kamu? Wah, kalau dipelihara, sifat seperti ini akan menahan kamu di satu tempat yang mungkin, kamu akan terasa nyaman, tetapi tidak bisa memberikan kepuasan yang cukup. Takut sama tanggungjawab ini akan membuat kamu lebih focus dan sibuk terhadap kepentinganmu saja. Kepedulian terhadap orang lain, kepedulian terhadap kepentingan umum, kemampuan untuk memberikan manfaat dan kontribusi secara lebih luas, akan menjadi minimal kalau kamu takut sama tanggungjawab. Padahal, some responsibilities are really worth the bother lho, CeweQuat! Coba deh pikirin berbagai manfaat yang bisa kamu berikan dan bisa kamu dapatkan dengan berani mengemban tanggungjawab. Yuk, jangan takut lagi sama tanggungjawab. Don’t overthink it and just joyfully do whatever is put in front of you, once you have agreed to accept that responsibility.

 

So, CeweQuat, apakah kamu siap membasmi kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa merusak karaktermu ini? Start small and then work towards more improvement. Don’t rush it but make sure you are steadily improving your characters!





0 Comment




Welcome to the community

CeweQuat adalah forum online dan komunitas perempuan. Di sini kamu tidak hanya berjejaring dengan ribuan perempuan hebat lainnya, namun juga dapat mengekspresikan karya - karyamu. Bergabunglah untuk menjadi perempuan berdaya!
  959
  26/03/2017

Top Member

Indy Sumaryo

33
Melita Rahmalia

31
Jastitah Nurpadmi

4
Ferni Annisa

3
Sausa Monica

2

NEWSLETTER